6 Tips Jitu Memulai Usaha Pabrik Produksi Barang

Halo sobat pembaca semua! Ini adalah artikel yang cocok jika sobat saat ini sedang atau akan memulai usaha bisnis wiraswasta. Ya, karena pada era globalisasi seperti sekarang ini, jika kita hanya diam saja maka kita akan ketinggalan, kita akan semakin terpuruk dengan situasi.

Beberapa program pemerintah saat ini terus digencarkan untuk mendukung perekonomian rakyat terutama untuk program wirausaha mandiri dan kelompok. Antara lain dengan pemberian dana bantuan untuk program UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), program Kelompok Tani Desa (Gapoktan), dll.

Seperti halnya di desa saya. Semenjak adanya bantuan UMKM dan BLT dari pemerintah, kini mulai tumbuh usaha-usaha baru. Ada yang membuka bisnis makanan dan minuman, membuka warung, beternak, memelihara ikan, dan ada juga yang membuat pabrik untuk memproduksi barang. Hal terakhir inilah yang akan saya bahas di artikel ini, yaitu Tips Jitu Memulai Usaha Pabrik Produksi Barang.

Baca juga: Tips Membuka Usaha Warung di Kampung Agar Laris dan Tidak Kalah dengan Pesaing


Pengertian Pabrik

Tentu sobat sudah memiliki gambaran apa itu pabrik? Secara sederhana dapat diartikan bahwa pabrik adalah sebuah tempat yang digunakan untuk mengolah, membuat, atau memproduksi suatu barang. Barang yang dihasilkan bisa bermacam-macam, misalnya barang kebutuhan pokok (sandang, pangan papan), hingga barang mewah sebagai kebutuhan sekunder dan tersier. Jadi fungsi pabrik ini bukan sekedar membuat barang saja, melainkan mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi.


Kelebihan dan Kekurangan Pabrik

Kelebihan dibuatnya sebuah pabrik antara lain:

  1. Produksi atau pengolahan barang lebih cepat karena dibantu dengan peralatan atau mesin
  2. Barang yang dihasilkan lebih banyak dalam satu kali produksi, sehingga bisa melayani pesanan konsumen dalam jumlah banyak sekaligus
  3. Bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain (karyawan pabrik)
  4. Keuntungan dari penjualan produk lebih tinggi karena bisa menjual barang lebih banyak

Adapun kekurangan dibuatnya sebuah pabrik antara lain:

  1. Modal yang diperlukan untuk mendirikan pabrik relatif besar
  2. Diperlukan modal lebih untuk membeli alat-alat atau mesin pengolahan barang
  3. Memerlukan modal lebih untuk menggaji karyawan


Tips Memulai Usaha Produksi Barang di Pabrik

Nah setelah membaca kelebihan dan kekurangan dibuatnya sebuah pabrik, tentunya sobat masih bingung bangaimana sih memulai usaha produksi barang di pabrik itu? Kebetulan paman saya di desa memiliki sebuah pabrik tempe kecil-kecilan. Saya akan share saja di sini, apa saja yang beliau siapkan sebelum memulai usahanya itu.


1. Tentukan jenis barang yang akan diproduksi

Ini yang menjadi langkah awal saat kita akan membangun sebuah pabrik, yaitu menentukan barang seperti apa yang akan dibuat. Saya kasih contoh misalnya untuk bahan kebutuhan pokok (pangan): pabrik tempe, tahu, tauco, tepung, gula, minyak goreng, cemilan, keripik, dll. Untuk bahan kebutuhan pokok (sandang), misalnya: menjahit, butik, pabrik kaos, pabrik celana kolor, pembuatan kebaya, baju koko, dll. Untuk kebutuhan pokok tempat tinggal (papan), misalnya: pabrik pengolahan kayu, jasa gergaji kayu, pabrik batu bata, pabrik genteng, batako, pembuatan kusen beton, mebel, dll.

Tentunya masih banyak barang lain yang bisa dibuat disesuaikan dengan kebutuhan, keahlian dan modal.


2. Tentukan lokasi pabrik

Lokasi pabrik harus diperhatikan sebelum dibangun, terutama jika pabrik tersebut menghasilkan limbah produksi. Jadi selain kita membuat pabrik di lokasi yang cocok, kita juga mesti membuat sarana penampungan limbah yang memadai, terutama jika pabrik dibangun di dekat areal pemukiman warga. Hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan dan mencemari lingkungan sekitar.


3. Cari supplier bahan baku

Ini sebaiknya dipikirkan sejak awal sebelum membangun sebuah pabrik. Apa gunanya punya tempat produksi jika kita susah memperoleh bahan baku? Misalnya saja paman saya dulu sebelum memutuskan membuat sebuah pabrik tempe, beliau mencari-cari informasi tentang supplier kacang kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe. Kebetulan di daerah saya dan beberapa daerah lain di sekitarnya banyak yang menjual kacang jenis ini. Jadi paman saya tidak khawatir lagi dengan ketersediaan bahan baku saat itu.


4. Akumulasikan biaya produksi dan distribusi

Sebelum memulai usaha produksi sebaiknya ditaksir dulu biaya-biaya yang diperlukan supaya nanti kita tahu berapa harga jual produk dan seberapa besar kita akan memperoleh keuntungan.

Untuk ini saya akan memberikan triknya. Anggaplah sobat sekarang akan membuat sebuah pabrik pakaian yang membuat khusus celana kolor. Cara menaksir keuntungan dan biayanya adalah dengan cara coba-coba membuat celana kolor tersebut terlebih dahulu. Misalnya diawali dengan pembelian bahan kain untuk celana kolor tadi. Kemudian membuat celana kolor tersebut di tukang jahit. Semuanya kita catat dan akumulasikan, misalnya seperti ini:

  • Biaya pembelian kain / kg (misal Rp30.000), untuk 5 buah celana kolor
  • Biaya pembelian aksesoris lain, misalnya tali kolor / meter (5 x Rp2.000 = Rp10.000)
  • Biaya jasa tukang jahit (misal 5 x Rp10.000 / 1 buah celana kolor = Rp50.000)

Total biaya yang diperlukan untuk membuat 5 buah celana kolor = Rp90.000
Jadi biaya produksi 1 buah celana kolor: Rp90.000 / 5 = Rp18.000


5. Tentukan harga jual produk

Seperti yang saya jelaskan tadi di poin sebelumnya, maka di sinilah kita akan menetapkan harga jual produk dan seberapa besar kita akan mendapatkan keuntungan dari penjualan produk tersebut.

Misalnya saja dengan biaya produksi 1 buah celana kolor Rp18.000, kita bisa menjualnya dengan harga Rp20.000 – Rp30.000, bahkan bisa lebih tergantung situasi dan permintaan pasar. Jadi kita bisa memperoleh laba penjualan dari mulai Rp2000 – Rp12.000 dari penjualan 1 buah celana kolor. Namun ini adalah laba kotor, harap perhitungkan juga biaya lain misalnya biaya angkut dan distribusi.

Setelah semuanya dihitung, maka tetapkanlah harga produk tersebut.


6. Promosi dan pemasaran

Untuk promosi dan pemasaran saya rasa jaman sekarang di era digital seperti ini tidaklah sulit. Jika kita tidak memiliki toko offline, kita bisa membuat toko online dengan biaya yang jauh lebih murah bahkan gratis. Adapun tempat-tempat yang bisa kita gunakan sebagai sarana pemasaran produk misalnya:

  1. Warung
  2. Pasar
  3. Toko pakaian sendiri atau menitipkan di toko lain
  4. Mall, Supermarket dan minimarket

Selain itu kita bisa menjualnya di Facebook kita (misalnya di grup Facebook), di akun Instagram, Twitter, promosi lewat WhatsApp, dsb. Apalagi sekarang banyak sekali marketplace gratisan, seperti Shopee, BukaLapak, Tokopedia, Lazada, Blibi, dll dimana kita bisa membuat toko online sendiri tanpa bayar.

Baca juga: 10 Peluang Usaha di Kampung dengan Modal Kecil dan Sangat Menguntungkan

Oke, demikian sharing saya tentang 6 Tips Jitu Memulai Usaha Pabrik Produksi Barang. Dengan artikel ini mudah-mudahan dapat memberikan gambaran yang berguna untuk sobat yang sekarang sedang berencana membuat sebuah pabrik produksi barang. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *