Peluang Usaha Penjualan Bibit Tanaman Yang Makin Menguntungkan di Masa Pandemi

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, orang lebih suka tinggal di rumah masing-masing. Dengan keterbatasan aktivitas tersebut, mereka kerap mencari kesibukan lain di sekitar rumah, termasuk saya sendiri. Ada diantara mereka yang membuka warung, berjualan, beternak, memelihara ikan dan berkebun memelihara tanaman. Salah satu hobi yang tidak memerlukan modal besar adalah memelihara tanaman. Kita bisa menanam tanaman hias, sayuran atau buah-buahan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah kita. Selain untuk konsumsi sendiri, kita pun bisa menjual hasilnya. Potensi bisnis untuk tanaman hias, sayuran dan buah-buahan dinilai lebih menguntungkan saat ini.

Baca juga: Potensi Bisnis Tanaman Talas Hias Liar Kini Makin Meroket

Pada artikel ini akan dibahas mengenai gambaran potensi bisnis atau peluang usaha bibit tanaman buah-buahan yang kini semakin banyak dipelihara orang baik di desa maupun di kota, baik di lahan luas maupun di lahan sempit seadanya. Sebenarnya lahan sempit bukanlah halangan saat kita memelihara tanaman, toh kita bisa menanamnya di pot atau polybag bukan? Dengan cara itu kita bisa mengirit lahan, menanam lebih banyak tanaman dan pengurusannya pun akan lebih mudah.

Tanaman jeruk berbuah di dalam pot / polybag
Tanaman jeruk berbuah di dalam pot / polybag

Oke, back to topic! Bayangkan sekarang kita ingin menghasilkan uang dari hobi berkebun kita. Kira-kira apa saja sih yang bisa kita jual? Apa saja sih keuntungan yang akan didapat? Dan bagaimana sih cara memulainya?

Nah, kalau sobat bertanya seperti itu, maka saya akan merangkum jawabannya ke dalam beberapa poin tentang potensi bisnis dan keuntungannya:

  1. Kita bisa menyalurkan hobi kita kepada hal yang bermanfaat dan menguntungkan, tidak semata-mata hanya menghamburkan uang saja.

  2. Memanfaatkan lahan sekitar rumah menjadi lebih produktif dan menghasilkan. Dengan lahan seadanya pun kita bisa memperoleh hasil dan keuntungan. Kita tidak perlu lahan luas karena mengurusnya juga akan lebih sulit apalagi jika diurus sendirian.

  3. Dengan modal kecil kita bisa mendapatkan untung yang berlipat ganda. Artinya dengan hanya sekali membeli bibit (bahkan bisa gratis jika kita minta bibit ke teman atau tetangga), dan lalu menanamnya, kita bisa menjual hasilnya sampai beberapa kali karena kita sudah memiliki tanaman induk yang siap dikembangbiakan.

  4. Kita tidak perlu membeli ke warung atau toko untuk sekedar menikmati buah-buahan dan sayuran segar. Nah, dengan menanamnya sendiri maka kita bisa menikmati dan memanen hasilnya juga. Misalnya untuk sekedar tomat, cabe rawit, terong, pepaya, jambu air dll kita tidak perlu beli ke warung atau toko, cukup memetik saja di sekitar rumah.

  5. Untung yang didapat dalam 1 pohon tanaman bisa melimpah. Artinya, selain kita bisa menjual buahnya, kita pun sekaligus bisa menjual biji, benih atau bibitnya. Lihat saja di toko online sekarang kian banyak bibit tanaman diperjualbelikan, dari mulai tanaman hias, sayur, tanaman buah, serta jenis tanaman yang langka dan unik pun banyak. Kenapa sobat tidak tertarik untuk mencoba?

  6. Pemeliharaan lebih mudah. Tidak seperti mengurus hewan ternak yang setiap hari kita mesti kasih makan yang tentunya akan memakan banyak biaya, belum lagi kalau gagal dan banyak yang mati. Memelihara tanaman akan lebih irit biaya dan resikonya lebih kecil. Yang kita butuhkan adalah air untuk menyiram, pupuk yang hanya diberikan sebulan sekali, serta pestisida. Itu pun jika terlihat gejala defisiensi nutrisi atau serangan hama dan penyakit. Namun sebaiknya kita membuat pupuk dan pestisida organik saja, karena selain biayanya lebih murah (bahkan bisa gratis), juga tidak membahayakan lingkungan sekitar. Untuk cara pembuatannya sobat bisa mencarinya di Google atau di YouTube juga banyak.

  7. Penjualan dan pemasaran lebih mudah. Di jaman modern seperti sekarang ini, semuanya serba mudah dan serba online. Untuk pemasaran pun kini tidaklah sulit. Kita bisa menjual dan memasarkan bibit tanaman secara mudah melalui media sosial, marketplace, atau bahkan membuat toko online sendiri. Mulailah beriklan dengan cara memposting produk kita di Facebook, Instagram, WA, YouTube dll. Barangkali ada dari teman-teman kita yang tertarik untuk membelinya, dan saya yakin pasti ada saja yang terpikat, yang penting usaha dan mencoba saja dulu. Untuk yang lebih serius kita bisa menjualnya di marketplace gratisan semisal Shopee, BukaLapak, Lazada, Tokopedia dll. Selain gratis, kita juga bisa membuat galeri produk di toko sendiri di sana, dan konsumen akan semakin mudah dan nyaman untuk membelinya. Kita bisa mendapatkan pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. Menguntungkan bukan?

  8. Memiliki toko sendiri untuk menjual bibit tanaman. Nah ini adalah level teratas sesudah kita memiliki bibit tanaman yang banyak dan berniat lebih serius lagi menekuni usaha penjualan bibit ini. Memiliki toko offline / online sendiri akan membuat nama toko kita terlihat lebih bonafid dan terpercaya. Namun tentunya harus didukung dengan kualitas produk yang baik, unggul dan juga bergaransi. Harga mahal pun tidak akan menjadi halangan bagi konsumen untuk membeli jika sebanding dengan kualitas yang didapat.
menanam terong di polybag
Terong ungu di polybag untuk konsumsi sendiri

Nah, demikian gambaran umum tentang potensi bisnis atau peluang usaha bibit tanaman. Jangan lupa juga, kejujuran adalah modal awal dari kesuksesan. Jadilah orang yang jujur dalam segala hal, jangan mengecewakan atau menipu pembeli karena akan merugikan orang lain dan juga diri kita sendiri. Orang yang sudah membeli produk kita akan menjadi pelanggan setia jika mereka puas. Bahkan mereka akan merekomendasikan toko kita kepada teman-temannya, sehingga toko kita akan lebih laris tentunya. Terakhir, iringi segala sesuatu dengan ikhlas dan doa, dan tetap fokus pada tujuan. Orang lain juga bisa sukses mengapa kita nggak?

Jangan lupa share link artikel ini kepada teman-teman yang lain, barangkali mereka ada yang membutuhkan informasi ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *