Peluang Usaha Menjual Pupuk dan Pestisida Pertanian di Kampung Yang Menguntungkan

Halo sobat pembaca, kali ini saya akan berbagi lagi masih masalah bisnis dan wirausaha yang bisa kita lakukan di kampung atau di desa. Yaitu tentang Potensi Bisnis Penjualan Pupuk dan Pestisida Pertanian di Kampung Yang Menguntungkan. Di kampung saya ini ada seorang tokoh yang sukses dengan bisnis ini. Bisnis yang sudah ia geluti selama kurang lebih 3 tahun tersebut, kini mulai terlihat menuai hasil. Ditandai dengan selalu ramainya pembeli yang datang (bahkan dari luar daerah) untuk membeli produk yang ia jual. Awal mula ia merintis usahanya yaitu sekitar 3 tahun yang lalu, diawali dengan penjualan beberapa jenis pupuk pertanian. Yang saya tahu saat itu antara lain pupuk NPK, urea, TSP dan juga KCL. Ya, pupuk standar yang biasa digunakan oleh petani di desa saya untuk meningkatkan hasil produksi tanaman mereka.

Selang 2 tahun setelah itu, ia mulai menjual beberapa jenis pestisida (obat hama tanaman) secara bertahap. Saya juga pernah iseng-iseng datang ke tokonya, untuk membeli sebotol obat insektisida, karena kebetulan juga saya suka bercocok tanam kecil-kecilan di pekarangan rumah. Dulu tokonya itu masih sederhana, namun produk yang jual terbilang komplit. Ia menjual jenis pupuk dan obat utama yang biasa dibutuhkan para petani. Pestisida yang ia jual beragam dari mulai anti ulat, anti wereng, anti belalang, anti rayap, anti jamur dsb dengan pilihan harga dan merek yang berbeda. Jadi membuat saya sebagai konsumen kala itu bisa memilih berdasarkan harga yang ditawarkan, beserta kelebihan dan kekurangannya.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa hal yang menurut saya bisa menjadikan usahanya sukses dan ramai pembeli. Setidaknya ada 5 hal yang membuat usaha penjualan pupuk dan pestisida-nya ini bisa laris walaupun hanya di kampung.


1. Jeli melihat peluang usaha

Artinya ia pandai memilih jenis usaha apa yang akan digelutinya saat akan memulai usaha bisnis tersebut. Ia melihat mayoritas penduduk di desa kami adalah petani, maka ia berpikir bahwa bisnis pupuknya saat itu akan laris, dan terbukti. Sampai sekarang usahanya makin maju dan produk yang ia jual juga makin banyak.

Baca juga: 10 Peluang Usaha di Kampung dengan Modal Kecil dan Sangat Menguntungkan


2. Pandai dalam memilih produk yang akan dijual

Pas awal buka usaha, ia hanya menjual setidaknya 4 jenis pupuk utama yang biasa dipakai petani. Namun seiring berkembangnya teknologi pertanian, ia kini menjual juga beberapa pupuk tambahan, pupuk mikro dan pupuk majemuk lainnya yang sedang trend. Misalnya saja pupuk MKP, KNO3, pupuk mikrocit, pupuk boron, kalsium dll. Ditambah juga beberapa jenis insektisida, akarisida, fungisida dan herbisida dari beberapa merek ternama yang berkualitas baik.


3. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang pupuk dan obat-obatan

Sepertinya (mungkin) ia gemar membaca, karena kalau dilihat dari latar belakangnya, ia bukanlah jebolan universitas jurusan pertanian atau semacamnya, melainkan jebolan SMA saja. Saya bisa berkata seperti itu karena pas ditanya ini itu tentang produknya, ia tampak hafal dan bisa menjelaskan tentang produk yang ia jual tersebut kepada konsumen dan mudah dipahami. Jadi intinya, ia sudah menguasai produk.


4. Sering melakukan survey dan terjun langsung ke lapangan

Saya sering menangkap basah ketika ia berada di sawah sedang berbincang dengan para petani desa. Pas saya tanya ke paman saya (kebetulan paman saya juga menjadi pelanggan di toko tersebut), ternyata benar bahwa kala itu ia sedang melakukan survey langsung ke sawah petani untuk melihat keadaan tanaman padi yang sedang terserang hama. Jadi intinya, ia sangat pro-aktif, sehingga sangat disukai para pelanggannya.


5. Penetapan harga yang relatif lebih murah

Dan poin ini juga yang menjadi alasan bagi konsumen (para petani) datang ke tokonya untuk berbelanja. Harga produknya itu boleh dibilang murah, tidak jauh beda dengan kita membelinya di pusat kota. Jadi daripada beli jauh-jauh ke kota, lebih baik langsung saja ke tokonya. Selain irit ongkos, pelayanan dan kualitas produknya juga sangatlah baik.

Oke, setelah membaca 5 poin tadi, apakah sobat tertarik untuk mencoba usaha penjualan pupuk dan pestisida ini? Saran saya, dimana ada kesempatan, di situ ada peluang. Yang penting kita tahu ilmunya dulu. Semua bisnis yang ditekuni cepat atau lambat akan menuai hasil. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat semua.

Baca juga: Biji Buah-buahan Jangan Dibuang! Ini Bisa jadi Peluang Usaha Yang Menguntungkan

Jangan lupa share link artikel ini kepada teman-teman yang lain, barangkali mereka ada yang membutuhkan informasi ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *