Peluang Usaha Bisnis Warung Kopi, Modal Kecil Untung Berlipat

Woy… udah pada ngopi belom? Diem-diem bae… Ngopi apa ngopi?

Ya, tentunya sobat semua sudah tidak asing lagi dengan minuman kopi ini. Kopi adalah minuman yang disukai oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Selain menyehatkan, kopi juga dinilai bisa membuat orang tampak lebih awet muda, menghilangkan jenuh dan sumpek, menyegarkan pikiran, serta menambah semangat dalam beraktivitas. Bahkan minuman kopi ini juga bisa digunakan untuk diet lho.

Membuat minuman kopi sendiri tidaklah sulit, yang dibutuhkan adalah bubuk kopi, gula, air panas dan gelas, dan sekarang sudah banyak dijual kopi instan yang siap seduh. Seteguk kopi hangat akan terasa menyegarkan apalagi jika dinikmati di pagi hari yang dingin. Namun hati-hati juga bagi orang yang mengidap diabetes, jantung dan asam lambung yang tinggi, minuman kopi ini kurang baik dan bisa menyebabkan malapetaka.

Baca juga: 10 Peluang Usaha di Kampung dengan Modal Kecil dan Sangat Menguntungkan

Oke sekarang kita akan membahas tuntas tentang peluang usaha dari minuman kopi ini, yaitu membuat sebuah warung kopi. Saya akan merangkum beberapa poin yang akan menjadikan usaha warung kopi kita nanti laris dan memperoleh keuntungan yang berlipat. Saya bisa menulis seperti ini karena saya adalah penikmat kopi, sudah puluhan jenis kopi dari berbagai daerah saya coba. Jadi saya akan bertindak sebagai konsumen di sini, karena sedikit banyak saya sudah memiliki gambaran tentang bagaimana sih kopi yang enak itu.

Setidaknya ada 5 hal yang harus kita persiapkan saat hendak memulai usaha warung kopi ini. Yuk kita bahas satu-persatu.


1. Modal

Setiap usaha tentunya memerlukan modal. Namun kita akan bicara dari modal yang kecil dulu. Untuk apa saja modal ini perlu disiapkan? Ya tentu saja untuk membuat sebuah warung atau kedai, membeli bahan seperti gula,kopi dan peralatan lainnya.


2. Lokasi dan Tempat

Lokasi untuk warung kopi ini sebaiknya memiliki tempat duduk yang dilengkapi meja, terletak di pinggir jalan atau setidaknya memiliki tempat parkir kendaraan yang cukup. Mengapa? Karena kebanyakan orang ngopi itu sambil nongkrong, sambil ngobrol. Mereka datang untuk langsung menikmati kopi di sana. Tak jarang dari mereka yang datang dari daerah lain dan membawa kendaraan, seperti misalnya tukang ojek, sopir dsb. Tentunya mereka memerlukan tempat menaruh kendaraan walaupun hanya di pinggir jalan. Jadi kesimpulannya, warung kopi kurang cocok dibangun di tempat sempit atau di dalam gang. Ini hanya masalah kenyamanan saja sih.

Sedangkan untuk bangunan warung kopinya sendiri sebetulnya tidak usah terlalu bagus atau megah, terutama untuk pemula dengan modal pas-pasan. Kita bisa membangun warung sederhana, yang penting nyaman untuk pembeli. Kecuali kalau kita punya modal besar.


3. Rasa, Racikan, Menu dan Kualitas Bahan

Ini poin yang paling penting dan yang harus diperhatikan, yaitu rasa kopi yang kita jual. Rasa kopi yang nikmat akan membuat pembeli datang lagi karena mereka puas, apalagi kalau harganya murah, hehehe… Mulailah belajar meracik kopi, terutama takaran gula, kopi dan suhu air yang pas untuk kopi yang enak. Catatlah perbandingannya. Ingat, rasa di lidah tak pernah bohong.

Bingung cara meraciknya? Lanjut cara kedua, yaitu kita hanya menyajikan kopinya saja, biarlah pembeli sendiri yang menambahkan gulanya sesuai selera mereka. Ini akan lebih mudah tapi mungkin akan sedikit menyusahkan pembeli.

Baca juga: Tips Membuka Usaha Warung di Kampung Agar Laris dan Tidak Kalah dengan Pesaing

Untuk menu kopi sebaiknya tidak hanya satu jenis saja. Selera orang kan berbeda, jadi kita ciptakan menu beragam agar orang tidak bosan. Kita ciptakan warung kopi kita ini lebih unik dari warung kopi biasa. Bagaimana caranya? Ya, kita di sini harus menjual beberapa jenis kopi dengan rasa dan aroma yang berbeda. Bagaimana cara mendapatkannya? Kita bisa membelinya secara online untuk bubuk kopinya. Di toko online semisal Tokopedia, Shopee, BukaLapak dan Lazada banyak sekali toko yang menjual kopi dari berbagai merek, dengan rasa dan aroma berbeda dari berbagai daerah. Antara lain yang terkenal adalah Kopi Bali, Kopi Bandung, Kopi Gayo, Kopi Flores, Kopi Lampung dan masih banyak lagi. Nah, sekarang kita persempit saja biar gak bingung. Anggaplah kita akan memulainya dengan 5 jenis kopi itu tadi. Jadi untuk langkah awal kita beli saja kelima jenis kopi itu sebagai modal awal.

Dengan hanya 5 jenis kopi saja, konsumen akan dimanjakan dan disuguhi banyak pilihan. Setidaknya mereka akan penasaran dan datang lagi untuk membeli kopi dengan rasa yang lain, sebelum mereka bisa menilai kopi mana yang sesuai dengan selera mereka. Masuk akal bukan?

Oke, menu kopi sudah dibahas, sekarang kita pikirkan bahan lainnya yaitu gula. Menurut pengalaman saya, kopi yang enak itu adalah kopi yang hanya murni tercium aroma kopinya, tidak tercampur dengan aroma gula pasir yang kadang membuat rasa minuman kopi menjadi kurang enak. Jadi saran saya, pilihlah gula pasir yang murni dan tidak berbau, bila perlu belilah gula pasir dengan kualitas premium. Ingat, di sini kita berpikir jangka panjang agar pembeli puas dan datang lagi. Karena sekali pembeli tidak puas, biasanya mereka jarang yang datang lagi untuk membeli.


4. Harga Jual dan Keuntungan

Penetapan harga ini juga tak kalah penting. Di sini kita menyasar para pekerja, buruh, sopir, tukang ojek, pelajar, mahasiswa dll. Jadi dalam penetapan harga tidak boleh terlalu tinggi. Toh harga Rp5000 per gelas juga menurut saya sudah pas untuk rasa kopi yang enak. Apakah kita akan rugi? Tidak! Mari kita hitung sama-sama. Misalnya kita membeli bubuk kopi dengan harga Rp50.000 / 500 gram. Nah, 500 gram itu biasanya saya kalau ngopi cukup untuk 2 minggu lebih dengan 3 gelas kopi per hari, dengan gula pasir kurang lebih 1 kg. Jadi dengan hanya setengah kilo kopi saja, kita bisa membuat kurang lebih 50 gelas kopi. Sekarang, anggaplah kita menjualnya Rp5000 / gelas. Jadi keuntungan kotornya: 50 x 5000 = Rp250.000 – Rp20.000 (gula pasir) = Rp230.000. Untungnya berlipat bukan? Belum lagi jika kita menjual makanan lain semisal kue, pisang goreng dan sebagainya. Ya, karena ngopi itu lebih enak dinikmati dengan cemilan hangat lainnya.


5. Jam Operasional

Jam operasional yang baik itu adalah 24 jam non-stop. Karena pembeli bisa datang kapan pun termasuk pada tengah malam. Semisal sopir bus, tukang ojek dll biasanya mereka mampir ngopi untuk menghilangkan kantuk. Namun itu tidak bisa kita lakukan sendirian karena kita juga perlu istirahat bukan? Solusinya kita memerlukan seorang karyawan lain yang sanggup dipekerjakan malam hari (sistem shift). Tidak punya biaya untuk menggaji karyawan? Lanjut cara kedua. Kita pikirkan jam berapa biasanya orang ngopi? Menurut saya sih ngopi yang enak itu pada pagi hari, siang hari (jam istirahat), dan malam hari sampai jam 9 malam. Lebih dari itu biasanya jarang orang yang ngopi karena akan membuat susah tidur. Nah, beroperasilah warung kopi kita pada jam-jam tersebut.

Baca juga: Cara Memulai Usaha Binis Makanan dan Minuman di Rumah

Oke, sekian dulu artikel tentang peluang usaha warung kopi ini. Semoga sobat bisa memperoleh gambaran yang jelas untuk memulai usaha, ataupun meneruskan usaha agar lebih laris lagi.

Jangan lupa share link artikel ini kepada teman-teman yang lain, barangkali mereka ada yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *